1. Tabel MySQL bukanlah array
Programer PHP atau Perl tentu saja familiar dengan array dan hash, yang biasanya dipakai untuk menyimpan sekumpulan data terkait. Sebagian dari mereka yang tidak familiar dengan MySQL akan cenderung menganalogikan tabel database dengan array/hash (tepatnya, array of array atau array 2 dimensi). Tabel dipandang sama seperti sebuah array, hanya saja bisa berukuran besar sekali dan persisten (disimpan di disk).
Cara pandang ini tidak sepenuhnya salah, karena toh dalam mengambil record dari tabel biasanya ditampung ke dalam variabel array/hash. Hanya saja, cara pandang ini kadang-kadang membuat programer PHP melakukan sesuatu seperti:
$res = mysql_query("SELECT * FROM t1");
$rows = array();
while ($row = mysql_fetch_row($res)) $rows[] = $row;
echo "Jumlah record di tabel t1 = ", count($rows);
atau membuat tabel seperti:
CREATE TABLE t2 (
f0 INT UNSIGNED PRIMARY KEY AUTO_INCREMENT,
f1 INT UNSIGNED,
f2 VARCHAR(5),
f3 VARCHAR(200),
f4 VARCHAR(200),
f5 BLOB
);
Apa yang salah dengan kode PHP pertama di atas, yang bertujuan mencari jumlah record dalam sebuah tabel? Si programer, yang terlalu terobsesi menganggap tabel MySQL sebagai sebuah array, mencoba membangun dulu arraynya dengan mengisi satu-persatu elemen dari hasil query agar nantinya bisa menggunakan fungsi array count(). Masalahnya, bagaimana kalau jumlah record ada 100 ribu? 1 juta? 10 juta? Bukan itu saja, selesai di-count() variabel $rows langsung dibuang lagi! Padahal, ada cara yang jauh lebih efisien:
SELECT COUNT(*) FROM t1
Hasil querynya hanyalah sebuah record saja, tak peduli berapa pun ukuran tabel t1.
Lalu apa yang salah dengan kode SQL kedua? Si programer Perl, dalam hal ini, terobsesi ingin mengambil tiap record di tabel dengan fungsi DBI $sth->fetchrow_array()
@row = $sth->fetchrow_array();
print $row[0]; # f0
print $row[1]; # f1
print $row[2]; # f2
# ...
Enak bukan? Elemen ke-0 berisi nilai field f0, elemen ke-1 field f1, dst. Masalahnya, kemudahan ini mengorbankan nama field yang menjadi sangat tidak deskriptif. Belum lagi kalau tabel perlu diubah dengan menyisipkan field-field lain di antara field yang sudah ada. Atau field-field lama perlu dihapus. Semuanya akan menjadi mimpi buruk.
Sebagian pembaca mungkin geleng-geleng kepala. Apa benar ada programer PHP dan Perl yang melakukan kedua hal di atas? Percaya deh, ada. Saya pernah harus ketiban getah memaintain tabel dengan nama field kriptik seperti ini.
2. Bahasa SQL dan Fungsi-Fungsi MySQL
MySQL adalah database SQL bukan? Sayangnya, programer PHP pemula kadang terbatas sekali pengetahuan SQL-nya. Padahal, untuk menggunakan database MySQL dengan efektif, ia tidak boleh malas mempelajari bahasa kedua, yaitu SQL. Jika tidak belajar SQL, maka ada kemungkinan Anda akan melakukan hal-hal seperti:
$res = mysql_query("SELECT * FROM bigtable");
while ($row = mysql_fetch_assoc($res)) {
if ($row['age'] >= 40) {
echo "Ditemukan kustomer yang berusia lebih dari 40 tahun!\n";
break;
}
}
Apa salah kode di atas? Si programer PHP mencoba mensimulasikan klausa WHERE SQL dengan melakukan pengujian kondisi di kode PHP. Padahal, yang seharusnya dilakukan adalah:
SELECT * FROM bigtable WHERE age >= 40
Ini amat mengirit trafik client/server karena tidak semua record harus dikirimkan dari MySQL ke program PHP Anda.
Sebagian pembaca mungkin geleng-geleng kepala. Apa benar ada programer PHP yang seperti ini? Percaya deh, ada.
SQL sudah menyediakan cara untuk menyortir data, memformat tampilan, mengelompokkan dan memfilter record, dsb. MySQL juga terkenal banyak menyediakan fungsi-fungsi, mulai dari manipulasi tanggal, angka, string, dsb. Kenali SQL dan fungsi-fungsi MySQL; jangan duplikasikan ini semua di PHP sebab akan lebih efisien jika dilakukan di level MySQL.
Ini contoh lain programer PHP yang tidak memanfaatkan fasilitas dari MySQL:
$res = mysql_query("SELECT * FROM customers");
while ($row = mysql_fetch_assoc($res)) {
# format semula yyyy-mm-dd...
preg_match("/(\d\d\d\d)-(\d\d?)-(\d\d?)/", $row[date], $matches);
# ... dan ingin dijadikan dd/mm/yyyy
$tanggal = "$matches[3]/$matches[2]/$matches[1]";
echo "Nama=$row[name], Tanggal lahir=$tanggal
\n";
}
Padahal MySQL sudah menyediakan fungsi pemformatan dan manipulasi tanggal:
$res = mysql_query("SELECT name, DATE_FORMAT(date,'%d-%m-%Y') as tanggal ".
"FROM customers");
while ($row = mysql_fetch_assoc($res)) {
# tidak perlu capek-capek manipulasi string lagi...
echo "Nama=$row[name], Tanggal lahir=$row[tanggal]
\n";
}
Poin no. 2 ini kedengarannya klise, tapi, seperti nasihat Inggris bilang: know thy tools.
3. LIMIT, LIMIT, LIMIT
Salah satu alasan mengapa MySQL sangat cocok untuk aplikasi Web adalah mendukung klausa LIMIT. Dengan klausa ini, mudah sekali membatasi jumlah record hasil yang diinginkan dalam satu perintah SQL. Tidak perlu bermain kursor atau bersusah payah lewat cara lainnya. Belakangan database lain seperti PostgreSQL dan Firebird pun ikut mendukung fungsionalitas LIMIT (dengan sintaks yang tidak persis sama tentunya).
Sayangnya, programer PHP sendiri yang belum mengenal MySQL dengan baik tidak menggunakannya dengan semestinya.
$res = mysql_query("SELECT name FROM users ORDER BY date");
$rows = array();
for ($i=1; $i<=10; $i++) $rows[] = mysql_fetch_row($res);
Si programer hanya berniat mengambil 10 record, tapi menyuruh MySQL mengambil semua record yang ada dulu. Bagaimana kalau ada 100 ribu record? 1 juta record? 10 juta? Seharusnya, setiap kali Anda menginginkan hanya satu, sepuluh, lima belas record, Anda perlu memberitahu MySQL lewat klausa LIMIT.
SELECT name FROM users ORDER BY date LIMIT 10
Sehingga kita bisa mengirit trafik komunikasi client/server dan mengizinkan MySQL melakukan optimisasi terhadap query tersebut.
4. Tipe Data
Berbeda dengan PHP dan bahasa-bahasa skripting yang mengizinkan kita menaruh apa saja dalam sebuah $variable tanpa deklarasi tipe terlebih dahulu, di MySQL kita perlu mendeklarasikan tipe-tipe data semua field yang ada pada saat membuat sebuah tabel. Seorang programer PHP yang tidak kenal MySQL kadang-kadang cenderung memilih jenis data yang salah (umumnya: memilih VARCHAR() padahal ada tipe data yang lebih tepat) dikarenakan tidak mengenal jenis-jenis data yang tersedia.
Berikut beberapa contoh kurang tepatnya pemilihan tipe data: 1) memilih CHAR(8) atau VARCHAR(10) dan bukannya DATE untuk menyimpan tanggal; kerugiannya, lebih boros tempat dan tidak bisa memanfaatkan fungsi-fungsi khusus tanggal; 2) memilih CHAR(3) atau CHAR(6) ketimbang TINYINT UNSIGNED untuk menyimpan data boolean (“YES” dan “NO”; atau “TRUE” dan “FALSE”; padahal jauh lebih irit dinyatakan dengan 1 dan 0 yang hanya menempati 1 byte); 3) memilih FLOAT atau DOUBLE dan bukannya DECIMAL untuk menyimpan jumlah uang; kerugiannya, FLOAT dan DOUBLE adalah berbasis biner dan seringkali tidak eksak dalam menyimpan pecahan desimal.
Nomor 3 sering terjadi karena programer biasanya hanya mengenal single/double floating point number yang tersedia di bahasa pemrograman. Padahal database umumnya menyediakan angka pecahan berbasis desimal yang bisa eksak menyimpan pecahan desimal.
Manual MySQL amat membantu di sini; di subbab tentang Column Types dijelaskan dengan rinci jenis-jenis data yang ada, termasuk rentang nilai yang dapat ditampung, berapa byte yang ditempati tipe data tersebut, dsb.
5. Normalisasi dan Pemodelan
Normalisasi, skema, entiti-atribut, primary key (PK) dan foreign key (FK), tabel entiti, tabel relasi, OLTP & OLAP… semuanya adalah istilah-istilah yang umum dijumpai dalam pemodelan fisik database. Sayangnya, banyak programer pemula tidak memiliki kemampuan modeling. Sehingga jika disuruh mendesain skema database (sekumpulan tabel-tabel beserta nama field dan tipenya) hasilnya tidak optimal bahkan berantakan. Skema yang buruk berakibat terjadinya duplikasi data, tidak scalable, performance yang buruk, tidak memenuhi requirements, dsb.
Modeling tentunya tidak bisa diajarkan dalam 1–2 hari, apalagi dalam artikel yang singkat ini. Anda perlu membaca buku-buku mengenai pemodelan database dan belajar dari pengalaman maupun dari model-model yang sudah ada. Tapi beberapa nasihat yang mungkin bisa saya berikan di sini adalah sbb.
Satu, langkah pertama dalam pemodelan adalah menemukan entiti-entiti. Entiti bisa dibilang “objek” yang akan kita gelluti. Misalnya, customer, produk, dan transaksi. Setiap entiti umumnya ditaruh dalam satu tabel, tabel ini disebut tabel entiti. Langkah kedua adalah mencari atribut-atribut entiti tersebut. Misalnya tabel customers memiliki atribut sapaan, nama, alamat (jalan + kota + kodepos + propinsi + negara), tanggal record ini ditambahkan, dsb. Langkah ketiga adalah mencari relasi di antara entiti-entiti. Umumnya relasi adalah satu dari: 1-1, 1-many, many-many. Misalnya, relasi antara transaksi dan produk adalah many-many, artinya sebuah transaksi pembelian dapat berisi banyak produk dan sebuah produk tentu saja dapat dibeli dalam lebih dari satu transaksi. Setiap relasi juga akan ditempatkan pada tabel, yaitu tabel relasi.
Dua, dalam pemodelan tidak ada istilah model yang benar atau salah. Yang ada adalah model yang tepat dan tidak tepat untuk keperluan tertentu. Misalnya, untuk aplikasi sederhana modelnya sederhana. Semakin kompleks aplikasi, model pun semakin rumit (jumlah entiti, relasi, dan atribut akan bertambah). Pada umumnya, seiring kompleksitas bertambah, yang tadinya atribut akan berubah menjadi entiti dikarenakan adanya kenyataan hubungan 1-many/many-many antara atribut. Contohnya, tabel customers memiliki atribut alamat. Jika kita ingin mendukung banyak alamat untuk satu customers, maka alamat akan menjadi entiti dan menempati tabel sendiri. Lalu kita membuat tabel relasi customers-alamat.
6. Indeks
Indeks adalah sesuatu yang berkaitan erat dengan implementasi, bukan modeling. Kita seringkali perlu menambahkan indeks pada sebuah field atau banyak field dikarenakan jika tidak ditambahkan maka performance database tidak menjadi praktis. Serba-serbi indexing juga mungkin terlalu panjang untuk bisa dijelaskan dalam artikel pendek ini, tapi intinya setiap kolom yang: 1) memiliki rentang nilai cukup banyak; 2) terletak pada tabel yang berisi banyak record; 3) seringkali disebutkan di klausa WHERE dan/atau ORDER BY dan/atau GROUP BY; perlu diberi indeks. Ini dikarenakan indeks membantu mencari secara cepat sebuah nilai dari banyak nilai yang ada. Beberapa contoh:
* Setiap primary key umumnya otomatis diberi indeks oleh database server, meskipun tabelnya masih berisi sedikit record atau bahkan kosong. Ini dikarenakan database perlu selalu mengecek keberadaan sebuah nilai field ini manakala ada sebuah record yang ditambahkan (ingat, PK artinya tak boleh ada dua record yang mengandung nilai field ini yang sama). Tanpa indexing, pengecekan akan linear dan memakan waktu lama.
* Field tanggal lahir dalam tabel customers kemungkinan besar harus diindeks. Bahkan dayofyear() field ini juga mungkin perlu diindeks. Mengapa? Karena: 1) rentang nilai cukup besar (365 hari dalam setahun x +- 60 jumlah tahun); 2) tabel customers potensial ukurannya besar; 3) sering disebutkan di klausa WHERE (misalnya mencari customer yang ultah hari ini).
* Field memo/notes kemungkinan besar tidak perlu diindeks (secara biasa). Mengapa? Karena meskipun 1) rentang nilai cukup besar; dan 2) tabel customers bisa besar; tapi 3) field ini tidak pernah disebutkan di klausa WHERE secara langsung (mis: Anda tidak pernah menyebutkan: … WHERE notes='nilai catatan tertentu' atau WHERE notes > 'nilai tertentu'). [Catatan: ada indeks lain yang “tidak biasa” di MySQL, yaitu FULLTEXT. Tapi ini di luar cakupan artikel kita kali ini.]
* Field jenis kelamin mungkin tidak perlu diindeks, kecuali jika perbandingan pria:wanita amat drastis bedanya. Mengapa? Sebab: 1) rentang nilai yang ada hanyalah dua: L (lelaki) dan P (perempuan). Meskipun Anda beri indeks, tidak akan memperbaiki kinerja.
7. Konkurensi, Locking, dan Transaksi
Programer web pemula kadang-kadang tidak menyadari bahwa program/skrip yang dibuatnya tidaklah seperti program desktop yang dijalankan oleh satu user. Melainkan, dalam satu waktu bisa saja ada 10 atau 100 user yang “menembak” skrip Anda di Web. Karena itu, isu locking dan konkurensi penting sekali. Contohnya adalah seperti ini:
$res = mysql_query("SELECT value FROM counters WHERE name='counter1'");
list ($value) = mysql_fetch_row($res);
$value++;
// do something else first...
$res = mysql_query("UPDATE counter SET value=$value WHERE name='counter1'");
Di antara baris pertama (saat kita mengambil nilai record) dan baris keempat (saat kita menaruh kembali nilai dalam record) mungkin saja telah terjadi beberapa kali perubahan terhadap si record. Misalnya, pada baris pertama klien1 memperoleh nilai $value = 100. Di baris 3 $value di-increment menjadi 101. Tapi apa yang terjadi jika selama selang waktu itu nilai record counter1 telah menjadi 103 (karena misalnya klien2, klien3, dan klien4 telah meng-incrementnya)? Oleh si klien1, counter1 direset kembali menjadi 101 dan akibatnya increment oleh klien2, klien3, dan klien4 hilang. Seharusnya nilai counter1 menjadi 104.
Untuk kasus di atas, pemecahannya cukup gampang. Lakukan increment secara atomik:
// tidak perlu ambil nilai counter dulu...
// do something else first...
$res = mysql_query("UPDATE counter SET value=value+1 WHERE name='counter1'");
Tapi dalam kasus lain, kadang-kadang kita harus melakukan locking terhadap tabel atau record untuk menjamin bahwa selama kita // do something else… klien2, klien3, dan klien4 tidak bisa seenaknya menaikkan nilai counter:
mysql_query("LOCK TABLES cuonters");
$res = mysql_query("SELECT value FROM counters WHERE name='counter1'");
list ($value) = mysql_fetch_row($res);
// do something else first... increase value or something...
$res = mysql_query("UPDATE counter SET value=$value WHERE name='counter1'");
mysql_query("UNLOCK TABLES");
atau (lebih baik karena kita tidak perlu melock keseluruhan tabel):
mysql_query("SELECT GET_LOCK('lock1')");
$res = mysql_query("SELECT value FROM counters WHERE name='counter1'");
list ($value) = mysql_fetch_row($res);
// do something else first... increase value or something...
$res = mysql_query("UPDATE counter SET value=$value WHERE name='counter1'");
mysql_query("SELECT RELEASE_LOCK('lock1')");
Ingat, locking dapat berakibat samping yaitu deadlock.
Transaksi. Transaksi pun sesuatu yang dipergunakan secara meluas di dunia database, tapi hampir tidak pernah kita jumpai di bahasa pemrograman (ini karena data di bahasa pemrograman ditaruh dalam variabel di memori semua; tidak ada isu disk yang crash/lambat/rusak/harus disinkronkan dengan data di memori). Karena itu Anda perlu memahami konsep ini dari buku-buku tentang database.
8. Jenis Tabel
Di MySQL dikenal istilah table handler dan jenis tabel. Saat ini ada 3 jenis tabel utama yang bisa dipakai di MySQL: MyISAM (default), BerkeleyDB, dan InnoDB. Yang perlu diketahui ada tiga hal: 1) tidak semua tabel mendukung transaksi (MyISAM tidak mendukung transaksi, jadi COMMIT dan ROLLBACK tidak melakukan sesuatu yang semestinya jika Anda menerapkan pada tabel MyISAM); 2) tidak semua tabel punya karakteristik performance yang sama (BerkeleyDB misalnya, lambat jika ukuran tabel besar) dan disimpan dengan cara yang sama (tabel MyISAM misalnya disimpan dalam 3 file: .MYI, .MYD, .frm sementara tabel-tabel dan database-database InnoDB disimpan bersama dalam daerah disk yang disebut tablespace; 3) distribusi MySQL yang bukan -Max tidak dikompile dengan dukungan terhadap BerkeleyDB dan InnoDB.
http://www.master.web.id/scriptingworld/02-8_hal_mysql/02-8_hal_mysql.html
PEMOGRAMAN WEB 2 HENI PRAMASARI
Senin, 28 November 2011
Jumat, 25 November 2011
PENGERTIAN WEBSITE DAN SITUS
Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink). Bersifat statis apabila isi informasi website tetap, jarang berubah, dan isi informasinya searah hanya dari pemilik website. Bersifat dinamis apabila isi informasi website selalu berubah-ubah, dan isi informasinya interaktif dua arah berasal dari pemilik serta pengguna website. Contoh website statis adalah berisi profil perusahaan, sedangkan website dinamis adalah seperti Friendster, Multiply, dll. Dalam sisi pengembangannya, website statis hanya bisa diupdate oleh pemiliknya saja, sedangkan website dinamis bisa diupdate oleh pengguna maupun pemilik.
http://www.baliorange.web.id/pengertian-website-webhosting-domainname/
http://www.baliorange.web.id/pengertian-website-webhosting-domainname/
Jumat, 18 November 2011
fungsi-fungsi php
FUNGSI-FUNGSI PHP
Fungsi merupakan alat bantu pemrograman yang memberikan kemudahan dalam melakukan suatu tugas tertentu. Isi dari sebuah fungsi sebenarnya adalah rangkaian dari perintah-perintah pemrograman, entah panjang atau pendek, yang dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadi 1 perintah saja. Ada begitu banyak fungsi yang disediakan oleh PHP. Selain itu PHP juga menyediakan fitur untuk membuat fungsi sendiri (seringkali disebut dengan UDF atau User Defined Function). Fungsi-fungsi yang spesifik untuk kasus tertentu mungkin tidak akan dibahas atau mungkin juga akan dibahas dalam artikel lain yang berisi tentang kasus spesifik tadi.
Kita akan mulai bahasan kita dari fungsi tanggal dan waktu. Fungsi tanggal dan waktu – sesuai dengan namanya – digunakan untuk pengolahan tanggal dan waktu. Beberapa fungsi yang akan dibahas adalah fungsi checkdate(), fungsi date(), dan fungsi getdate().
Fungsi checkdate()
Fungsi checkdate() digunakan untuk memeriksa keabsahan suatu bentuk tanggal gregorian, atau bentuk tanggal internasional yang kita anut sekarang. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
Fungsi checkdate()
Fungsi checkdate() digunakan untuk memeriksa keabsahan suatu bentuk tanggal gregorian, atau bentuk tanggal internasional yang kita anut sekarang. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
checkdate(bulan, hari, tahun)
Bulan adalah angka integer 1 sampai dengan 12 yang mewakili bulan Januari sampai dengan Desember.
Hari adalah angka integer yang menunjukkan hari dalam 1 bulan. Angka yang valid adalah 1 hingga 30 atau 31 (untuk bulan Februari 1 hingga 28 atau 29).
Hari adalah angka integer yang menunjukkan hari dalam 1 bulan. Angka yang valid adalah 1 hingga 30 atau 31 (untuk bulan Februari 1 hingga 28 atau 29).
Tahun adalah angka integer yang menunjukkan tahun. Angka yang valid adalah 1 hingga 32767. Contoh penggunaannya dalam skrip PHP adalah sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Fungsi CheckDate </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Apakah tanggal 27 Februari 1982 valid? <br />
<HEAD>
<TITLE> Fungsi CheckDate </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Apakah tanggal 27 Februari 1982 valid? <br />
<?php
$tes_tanggal = checkdate(2,27,1982);
if ($tes_tanggal==true) {
echo "Ya, tanggal tersebut valid";
} else {
echo "Tidak, tanggal tersebut tidak valid";
}
?>
<br />
<br />
Apakah tanggal 13 Juni 1982 valid? <br />
<?php
$tes_tanggal = checkdate(6,13,1982);
if ($tes_tanggal==true) {
echo "Ya, tanggal tersebut valid";
} else {
echo "Tidak, tanggal tersebut tidak valid";
}
?>
</BODY>
</HTML>
</HTML>
Fungsi date()
Fungsi date digunakan untuk menampilkan tanggal dan/atau waktu sekarang. Sintaks penggunaannya adalah sebagai berikut:
Fungsi date digunakan untuk menampilkan tanggal dan/atau waktu sekarang. Sintaks penggunaannya adalah sebagai berikut:
date(format[,timestamp])
Format adalah karakter-karakter yang digunakan untuk memformat tampilan tanggal dan/atau waktu.
Timestamp adalah waktu yang diukur dari jumlah detik sejak waktu UNIX Epoch, yaitu 1 Januari 1970, 00:00:00 GMT. Maksudnya adalah jika angka timestamp dituliskan 10 itu berarti tanggal yang dimaksud adalah 1 January 1970, 00:00:10 GMT. Waktu ini akan menyesuaikan dengan waktu lokal, jadi jika waktu lokal Indonesia adalah GMT +7, maka jika angka timestamp dituliskan 10 itu berarti tanggal yang dimaksud adalah 1 January 1970, 07:00:10. Jika timestamp tidak disebutkan, maka yang diambil adalah waktu lokal pada saat itu.
Karakter-karakter yang digunakan untuk format adalah:
Karakter | Arti |
a | "am" atau "pm" |
A | "AM" atau "PM" |
B | Swatch Internet time |
d | Hari dalam satu bulan, 2 digit dengan diawali nol, dari "01" sampai "31" |
D | Hari dalam satu minggu, tekstual, 3 huruf; misal "Fri", “Sun” |
F | Bulan, tekstual, lengkap, misalnya “March”, “May” |
g | Jam, format 12 jam tanpa diawal nol, dari "1" sampai "12" |
G | Jam, format 24 jam tanpa diawal nol, dari "1" sampai "23" |
h | Jam, format 12 jam, dari "01" sampai "12" |
H | Jam, format 24 jam, dari "00" sampai "23" |
i | Menit, dari "00" sampai "59" |
I | "1" jika Daylight Savings Time, "0" jika tidak. |
j | Hari dalam satu bulan, tanpa diawali nol, dari "1" to "31" |
l | Hari dalam satu minggu, tekstual, lengkap, misalnya "Friday", “Monday”. |
L | Bernilai "1" untuk tahun kabisat, “0” untuk bukan. |
m | Bulan dalam angka "01" sampai "12" |
M | Bulan, tekstual, 3 huruf, misal "Jan", “Mar” |
n | Bulan dalam angka tanpa diawali nol, dari "1" sampai "12" |
r | Format tanggal RFC 822, misalnya "Thu, 21 Dec 2000 16:01:07 +0200" |
s | Detik, dari "00" sampai "59" |
S | Akhiran yang menunjukkan angka dalam Bahasa Inggris, tekstual, 2 huruf, misalnya "th", "nd" |
t | Jumlah hari dalam satu bulan, dari "28" sampai "31" |
T | Setting zona waktu pada komputer, misal "MDT" |
U | Jumlah detik sejak Unix Epoch. |
w | Hari dalam angka untuk satu minggu, "0" untuk Minggu sampai "6" Sabtu. |
Y | Tahun, 4 digit, misal "2001" |
y | Tahun, 2 digit, misal "99" |
z | Hari dalam angka untuk satu tahun; dari "0" sampai "365" |
Z | Setting zona waktu dalam detik, dari "-43200" sampai "43200". Sebelah barat UTC bernilai negatif, dan sebelah timur UTC bernilai positif. |
Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Tanggal </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<font size="10px">
<HEAD>
<TITLE> Tanggal </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<font size="10px">
<?php
echo "Sekarang adalah tanggal ";
echo date('d-F-Y');
echo "<br />dan jam ";
echo date('h:i:s A');
?>
</FONT>
</BODY>
</HTML>
Fungsi getdate()
Fungsi getdate() digunakan untuk mengambil nilai waktu lokal sekarang atau waktu timestamp dan waktu memasukkannya ke dalam array asosiatif. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
</BODY>
</HTML>
Fungsi getdate()
Fungsi getdate() digunakan untuk mengambil nilai waktu lokal sekarang atau waktu timestamp dan waktu memasukkannya ke dalam array asosiatif. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
getdate([timestamp])
Elemen array yang dapat dipergunakan adalah sebagai berikut:
- "minutes" = menit
- "seconds" = detik
- "mday" = hari dalam satu bulan
- "hours" = jam, dalam format 24 jam.
- "wday" = hari dalam satu minggu, numeris, 0 untuk minggu hingga 6 untuk sabtu
- "mon" = bulan, numeris.
- "year" = tahun, numeris.
- "yday" = hari dalam satu tahun, misalnya "299"
- "weekday" = hari dalam satu minggu, tekstual penuh, misalnya "Friday"
- "month" = bulan, tekstual penuh, misalnya "January"
Sebagai contoh misalnya ingin dibuat halaman selamat datang yang akan menyapa pengunjung dengan salam Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam sesuai dengan waktu saat itu. Skripnya adalah sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Getdate </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<center>
<h1>
<HEAD>
<TITLE> Getdate </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<center>
<h1>
<?php
$sekarang = getdate();
$bulan = $skr['month'];
$hari = $skr['mday'];
$tahun = $skr['year'];
$jam = $sekarang['hours'];
if ($jam <= 11) {
echo "Selamat Pagi";
} elseif ($jam > 11 and $jam <= 15) {
echo "Selamat Siang";
} elseif ($jam > 15 and $jam <= 18) {
echo "Selamat Sore";
} elseif ($jam > 18) {
echo "Selamat Malam";
}
?>
</h1>
<h2> Selamat datang</h2>
<h3> Sekarang adalah tanggal <?php echo "$hari $bulan $tahun"; ?></h3>
</BODY>
</HTML>
<h2> Selamat datang</h2>
<h3> Sekarang adalah tanggal <?php echo "$hari $bulan $tahun"; ?></h3>
</BODY>
</HTML>
Selamat mencoba..... :-D
/hendrik-perdana.web.id/basis-web/pemrograman-php/110-fungsi-fungsi-php
Langganan:
Komentar (Atom)